Minggu, 13 Oktober 2019

Pelabuhan Kecil

Gelap kelabu bersembunyi di sudut hati
Semakin perih teriris keraguan

Pernahkah satu masa kau melihatku?
Bukan dari kepura-puraan..
Bukan pula rutinitas yang tak pantas..
Bukan pula kepalsuan yang tak berbekas
Namun karena kerinduan yang membukit..
Karena kecintaan yang melekat

Pernahkah kasih?

Aku di sini..
Termangu sendiri ditertawai sepi
Bungkam di bawah dawai malam menyandungkan purnama
Apakah aku menunggumu tanpa arti? Tanpa pasti?

Jangan beri aku ketidakpastian
Kau hanya akan menyaji duka yang tertunda
Jadikan aku bagian hatimu
Satu-satunya .. inginku dalam keegoisan
Sebab aku pernah gagal memilih sebelumnya..
Tertinggal sendiri di pelabuhan kecil
tempat gerimis begitu nyaman menangis...


Rabu, 25 September 2019

Senyap yang Asing

Hujan..
yang rinainya jatuh sejak semalam
menemani gundah dan raguku yang kian mencekik
Aku sesak nafas
Rasanya tanah yang ku pijak berusaha menelanku

Benarkah cinta?
Atau aku hanya menjadi jahat
Sesungguhnya tak pernah ada kesengajaan niat
akan merusak istana impian wanita lain
benarkah begitu?
coba jangan hanya beri aku tanya.

Kesyahduan yang kau idamkan padaku
Akankah benar adanya?
ataukah aku selama ini hanya tertarik masuk
dalam dongeng mistis yang semesta ciptakan
untuk menjadikan aku tumbuh kembali
tanpa hati..

Jumat, 30 Agustus 2019

Surat Tengah Malam

Lelaki Rindu ku..
Aku mencintamu..
Menyayang dan merindu..

Hatiku telah lama berdiam
pada rotasi pusat cerita fantasi yang ku cipta

Hingga kemudian rasa yang ku pikir takkan menemukan tuannya
Akhirnya bersua dengan hatimu
yang ku doakan menjadi pemilik sejatinya,,,

Jangan bosan pada hatiku yang memanggilmu berulang kali..





Kamis, 15 Agustus 2019

Wahai baginda rindu...
Sudikah kau bertahta dalam kerajaan sepiku?
Yang mana waktu selaku dayang-dayang semesta
bertindak sadis menawan temu.

Senin, 05 Agustus 2019

Tanya Waktu

Rindu ku..
Aku ingin menyapa dalam temu
Menggerus sepi yang dicipta waktu
Menjemput rindu yang kian berdesau

Sabar bisa menjelma sebatas kata
tanpa arti tanpa makna yang berupa
mengubah hati yang entah nanti menjelma
kala cemburu mendesak tanya

Rindu ku..
Riak semusim telah berlalu
Akankah rasa berubah jemu?
Ketika sifatku yang kadang tak menentu


Minggu, 04 Agustus 2019

Sang Pujangga Rindu : Dua Anak Manusia yang Mencinta

Menari dalam basah, bernyanyi bersama rintik, bersenandung pelangi...
Aku tak ingin mengering....

Ah, kamu.
Dalam hujan yang suaranya meredup oleh emosi ...
Rintiknya jatuh malu-malu ke bumi
Membasahi dua anak manusia yang sedang memadu kasih
Saling mengurai rindu yang tak pernah cukup.

Syahdu sayang..
Ketika langit berubah mendung kehitaman,
aku pikir serupa itukah warna rindu yang tertahan.
Rindu penuh penghrapan untuk bertemu denganmu...

Kekasihku...
ku letakkan syahdunya mencintaimu
pada singgasana doaku..
Akan ku mohon belas kasih semesta
untuk membawamu sampai ke hadapanku...

Ku yakin engkau sebagai takdir;
tempat segala desir mengalir
Hingga pemberhentian terakhir . .

Kemudian adalah pagi;
yang membisikkan hembus doa
Pada geletar daun angsana.
Maka ku cinta engkau dengan seluruh asa
Tanpa sisa ...

PUISI DALAM JARAK : Melodi Rindu yang Bertanya


Aku memang membenci gelap,
Tapi kamar ini sedang tak butuh terang..

Ketika lilin menghadirkan temaram.
Bersama dinding-dinding tegap.
Membekukan jasadku,
Memadamkan suaraku,
Menyalakan gairahku,
Menggetarkan senar dawai rindu ...

Entah...
Mengapa harus rindu?
Siapa yang lebih dulu menghadirkan rindu?
?????
Temaram lilin itu kah?
Desir malam yang syahdu?
Atau gelap yang mencekam?
(Sepertinya bukan jika terang)
Entah ....

Apa itu rindu?
Di sana.. ada yang berkata. "Rindu adalah kumpulan cinta, saat kau terjaga dalam mimpi-mimpi malam tentangnya."
Sedang aku hanya tahu bahwa, "Rindu adalah jelmaan cinta, saat ruang dan waktu membatasi sua."

Lihat saja. Siapa yang akan lebih dulu mengabu.
Suaraku? gairah rinduku? atau lilin itu?
Hanya saja, temaram ini mendamaikanku.
Aku bersama rindu memeluk batinku...