Menari dalam basah, bernyanyi bersama rintik, bersenandung pelangi...
Aku tak ingin mengering....
Ah, kamu.
Dalam hujan yang suaranya meredup oleh emosi ...
Rintiknya jatuh malu-malu ke bumi
Membasahi dua anak manusia yang sedang memadu kasih
Saling mengurai rindu yang tak pernah cukup.
Syahdu sayang..
Ketika langit berubah mendung kehitaman,
aku pikir serupa itukah warna rindu yang tertahan.
Rindu penuh penghrapan untuk bertemu denganmu...
Kekasihku...
ku letakkan syahdunya mencintaimu
pada singgasana doaku..
Akan ku mohon belas kasih semesta
untuk membawamu sampai ke hadapanku...
Ku yakin engkau sebagai takdir;
tempat segala desir mengalir
Hingga pemberhentian terakhir . .
Kemudian adalah pagi;
yang membisikkan hembus doa
Pada geletar daun angsana.
Maka ku cinta engkau dengan seluruh asa
Tanpa sisa ...
Aku tak ingin mengering....
Ah, kamu.
Dalam hujan yang suaranya meredup oleh emosi ...
Rintiknya jatuh malu-malu ke bumi
Membasahi dua anak manusia yang sedang memadu kasih
Saling mengurai rindu yang tak pernah cukup.
Syahdu sayang..
Ketika langit berubah mendung kehitaman,
aku pikir serupa itukah warna rindu yang tertahan.
Rindu penuh penghrapan untuk bertemu denganmu...
Kekasihku...
ku letakkan syahdunya mencintaimu
pada singgasana doaku..
Akan ku mohon belas kasih semesta
untuk membawamu sampai ke hadapanku...
Ku yakin engkau sebagai takdir;
tempat segala desir mengalir
Hingga pemberhentian terakhir . .
Kemudian adalah pagi;
yang membisikkan hembus doa
Pada geletar daun angsana.
Maka ku cinta engkau dengan seluruh asa
Tanpa sisa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar